GORESANMERAH.COM | BANDA ACEH — Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, menghadiri langsung upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat manajerial di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan wilayah Aceh, Senin (20/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Bagsal Garuda Kanwil Aceh tersebut dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Aceh, Yan Rusmanto, dan diikuti oleh jajaran pejabat serta undangan terkait. Sebanyak 33 pejabat manajerial resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat.
Dari jajaran LPKA Banda Aceh, dua pejabat turut dilantik, yakni Sulaiman yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Pembinaan kini dipercaya sebagai Kasi Binadik di Lapas Bireuen, serta Yusmadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Registrasi dan Pengklasifikasian kini mengemban amanah sebagai Kasi Kamtib di Lapas Lhoksukon.
Dalam amanatnya, Yan Rusmanto menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi organisasi serta mendorong akselerasi peningkatan kinerja di lingkungan pemasyarakatan Aceh. Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang harus dijawab dengan kinerja dan prestasi nyata.
“Rotasi dan pelantikan ini membawa tanggung jawab moral kepada negara. Kepercayaan yang diberikan harus diwujudkan dalam bentuk kerja nyata, inovasi, dan integritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas. Penekanan khusus juga diberikan pada implementasi program prioritas, termasuk penguatan ketahanan pangan serta pemberantasan peredaran handphone dan narkoba di dalam Lapas dan Rutan.
Kegiatan ditutup dengan pemberian ucapan selamat dan sesi foto bersama, yang menjadi simbol dimulainya babak baru kepemimpinan di jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Aceh.
Dengan hadirnya pejabat baru di berbagai posisi strategis, Kanwil Ditjenpas Aceh optimistis mampu menghadirkan pelayanan publik yang semakin transparan, aman, dan akuntabel. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat.(FAHRUL)
