GORESANMERAH.COM | Gowa – Dikutip dari pernyataan Bupati gowa husniah talenrang dan juga sekaligus adik dari seorang jendral polisi fadil Imran, beberapa waktu lalu mengatakan Kondisi politik Kabupaten Gowa berada tidak sehat karena dirinya mengalami sabotase, dengan dasar itulah redaksi melakukan investigasi liputan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, terdapat indikasi kuat terjadinya standar ganda APH dalam penanganan pelanggaran hukum yang terjadi diaksi unjuk rasa tentang bupati gowa.
Dalam pelanggaran hukum di aksi demo, APH (Aparat Penegak Hukum) Polresta Gowa dibawah kepemimpinan Kombes pol Muhammad Yusuf Usman terpantau terjadi dugaan tebeng pilih penangan diskresi penanganan pelanggaran hukum di aksi demo kelompok mendukung bupati gowa dan kelompok yang tidak mendukung bupati gowa.(Jumat 9/10/2026).
Pada aksi demonstrasi kelompok yang tidak mendukung bupati gowa ratusan aparat Polresta Gowa yang dibantu Brimob polda sulsel menjaga aksi namun terlihat seakan tutup mata terhadap pelanggaran hukum yang terjadi dalam alsi tersebut. beberapa oknum melakukan fandalisme mempilos dinding kantor bupati, dan juga pembiaran massa menerobos masuk dalam kantor merusak foto bupati gowa dan merangsek hingga depan ruangan kantor Husniah Talenrang.
Tak hanya itu, sekelompok massa dengan terang terangan didepan pengamanan ratusan polisi melakukan penganiayaan terhadap wartawan online dan merusak peralatan liputan merampas handphone wartawan, aksi pelanggaran pada demonstrasi 24 agustus 2026 di kantor bupati gowa tidak ada diproses hukum.
Lalu pada aksi kelompok pendukung Bupati Gowa yang mengalami sabotase politik kemarin Rabu, (07/10/2026). sangat jelas di beberapa hasil rekaman video aparat polisi di aksi demo kantor pos cabang Gowa berusaha keras menghalangi massa menerobos masuk sehingga terjadi saling dorong dan terlihat kaca kantor pos pecah karena kaki kiri polisi menyentuh kaca pintu.
Aparat kepolisian polresta gowa pun langsung bergerak mengamankan beberapa aktifis pendemo dengan tuduhan hukum pelanggaran pengrusakan dalam aksi demo tersebut.
Redaksi media ini telah melakukan upaya konfirmasi langsung ke Kapolresta Gowa dan Kasat Reskim polresta Gowa namun hingga berita ini dimuat belum mendapat tanggapan jawaban atau memilih bungkam.(**)red
