GORESANMERAH.COM |GOWA – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Dusun Mattirobaji, Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, melalui pembangunan plat decker yang selama ini menjadi solusi atas persoalan drainase tersumbat di lingkungan RT 01 RK 03.
Pembangunan tersebut dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat selama beberapa hari. Warga mengerjakannya pada sore hingga malam hari setelah menyelesaikan aktivitas dan pekerjaan masing-masing.(Minggu 5/7/2026)
“Kami bergotong royong saat pulang dari kerja,” ujar Dg Naba, salah seorang warga yang turut terlibat dalam pengerjaan tersebut.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Panciro, Asram Suhendra, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan bersumber dari Dana Desa melalui subkegiatan penanggulangan bencana.
Dana tersebut digunakan khusus untuk pembelian material dengan nilai real cost sebesar Rp6.500.000 setelah potongan PPN dan PPh.
“Anggaran tersebut hanya diperuntukkan untuk pembelian bahan. Tidak ada alokasi biaya tukang, sehingga pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong. Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias berpartisipasi demi kepentingan bersama,” jelas Asram.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dusun Mattirobaji, Fhadly Dg Manai, mengatakan pembangunan plat decker sangat dibutuhkan karena saluran drainase yang tersumbat selama ini menyebabkan genangan air yang menimbulkan bau tidak sedap serta berpotensi memicu banjir dan menjadi sumber berbagai penyakit.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar aliran drainase sehingga lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.
Asram Suhendra menambahkan bahwa pembangunan desa harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat atau menggunakan pendekatan bottom-up.
Dengan melibatkan warga secara langsung, pembangunan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang dibutuhkan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan.
“Pembangunan desa memang harus dilakukan secara bottom-up atau dari bawah ke atas. Dengan melibatkan masyarakat, kita memperoleh dua manfaat sekaligus, yakni terealisasinya pembangunan dan terpeliharanya semangat gotong royong sebagai budaya yang harus tetap dijaga di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Dusun Mattirobaji menjadi bukti bahwa keterbatasan anggaran tidak menghalangi penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah desa dan warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan yang partisipatif, efektif, dan berkelanjutan demi kemajuan Desa Panciro.(**)rls /editor :Redaksi
