GORESANMERAH.COM | ACEH UTARA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon terus memperkuat pembinaan kepribadian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya diwujudkan lewat pengajian rutin yang digelar di Mushalla Lapas Lhoksukon, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut merupakan hasil sinergi Lapas Kelas IIB Lhoksukon dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Utara. Pengajian diikuti puluhan warga binaan dengan penuh khidmat dan antusias.
Dalam kegiatan tersebut, ustaz dari Kemenag Aceh Utara memberikan tausiah serta bimbingan keagamaan yang mengangkat pentingnya rasa syukur, ketabahan, introspeksi diri, dan penyesalan atas kekhilafan masa lalu. Pesan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum memperbaiki diri dan menata kehidupan yang lebih baik.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, mengatakan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk mental dan karakter warga binaan.
«“Kami ingin masa pidana ini tidak dianggap semata-mata sebagai hukuman, tetapi sebagai ruang untuk berbenah. Pembinaan kerohanian bersama Kemenag Aceh Utara adalah fondasi penting agar ketika bebas nanti, para warga binaan kembali ke masyarakat dengan mental, akhlak, dan kepribadian yang lebih baik,” ujar Muhidfuddin.»
Menurutnya, pembinaan spiritual bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian penting dari proses pemasyarakatan untuk membantu warga binaan menemukan kembali nilai-nilai positif dalam kehidupan.
Melalui pengajian dan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan, Lapas Lhoksukon berupaya menciptakan lingkungan pembinaan yang tidak hanya menekankan kedisiplinan, tetapi juga penguatan iman, akhlak, serta kesiapan mental menghadapi kehidupan setelah bebas.
Sinergi dengan Kemenag Aceh Utara diharapkan terus berjalan sehingga program pembinaan kepribadian dapat memberikan manfaat nyata bagi warga binaan dan menjadi bekal berharga ketika mereka kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.(FAHRUL)
