GORESANMERAH.COM | KOTA LANGSA — Geuchik Gampong Kapa, Irmansyah (Danton), bersama masyarakat Gampong Kapa rutin mengikuti pengajian malam Senin yang dilaksanakan di Balai Tgk Ishak. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu wadah bagi masyarakat untuk menambah ilmu agama sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.

Dalam pengajian pada Senin malam, 21 September 2026, materi yang disampaikan membahas tentang penyakit hati, khususnya hasad (dengki), serta cara mengobatinya dengan ilmu dan amal.
Dalam penjelasannya disampaikan bahwa hasad merupakan salah satu penyakit hati yang besar. Penyakit tersebut tidak cukup diobati hanya dengan keinginan untuk berubah, tetapi membutuhkan ilmu yang bermanfaat dan amal dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu ilmu yang perlu dipahami dalam mengobati hasad adalah menyadari bahwa kedengkian pada hakikatnya lebih banyak mendatangkan mudarat kepada diri sendiri. Ketika seseorang melihat orang lain mendapatkan nikmat dari Allah, kemudian ia menginginkan nikmat tersebut hilang, keinginannya tidak serta-merta menghilangkan nikmat yang telah Allah tetapkan bagi orang tersebut.
Sebaliknya, orang yang memiliki rasa hasad justru dapat mengalami kegelisahan, kesusahan, dan penderitaan hati karena terus memikirkan nikmat yang dimiliki orang lain. Sementara orang yang menjadi sasaran kedengkian belum tentu mengalami kerugian apa pun dan tetap dapat menikmati nikmat yang Allah berikan kepadanya.
Materi pengajian juga menjelaskan bahwa hasad dapat membawa kerugian di akhirat karena seseorang tidak menerima ketetapan Allah dan merasa tidak senang terhadap nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menyadari bahwa seluruh nikmat dan pembagian rezeki merupakan ketetapan Allah Ta’ala.

Sebagai obat dari penyakit hasad, jamaah diingatkan untuk tidak membenci orang lain hanya karena Allah memberikan suatu nikmat kepadanya. Sebaliknya, setiap orang hendaknya memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada dirinya dan menyerahkan urusan pembagian nikmat kepada Allah.
Dengan demikian, seseorang yang mampu menjaga hatinya dari hasad akan terhindar dari penderitaan yang ditimbulkan oleh rasa dengki. Sementara orang yang mendapatkan nikmat hendaknya tetap bersabar dan bersyukur, sehingga nikmat tersebut dapat menjadi jalan memperoleh pahala.
Inti nasihat dalam pengajian tersebut adalah bahwa hasad tidak akan mengurangi nikmat orang lain, tetapi justru dapat membuat hati orang yang hasad menderita dan menjerumuskannya kepada dosa. Obatnya adalah memahami ketetapan Allah, menerima pembagian nikmat-Nya, bersyukur atas karunia yang dimiliki, serta melatih hati agar tidak menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain.

Kegiatan pengajian rutin malam Senin di Balai Tgk Ishak diharapkan terus menjadi sarana bagi Geuchik Irmansyah (Danton) bersama masyarakat Gampong Kapa untuk memperdalam ilmu agama, mempererat silaturahmi, serta menerapkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.(FAHRUL)
