GORESANMERAH.COM | BANDA ACEH — Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Banda Aceh terus berkomitmen memberikan pembinaan positif bagi Anak Binaan Pemasyarakatan (ABP) melalui berbagai kegiatan pengembangan minat, bakat, dan kepribadian. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan pembinaan seni Tari Likok Pulo yang dilaksanakan pada Kamis (27/8/2026) di Gedung Serbaguna LPKA Kelas II Banda Aceh.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi salah satu wadah bagi ABP untuk mengenal sekaligus melestarikan seni dan budaya tradisional Aceh. Latihan berlangsung secara bertahap dengan memperkenalkan gerakan dasar, posisi tubuh, pola gerakan, hingga keserasian dalam menampilkan Tari Likok Pulo.
Dalam pelaksanaannya, ABP mengikuti arahan dan contoh yang diberikan oleh pembina atau pelatih. Setiap gerakan dilatih secara bersama-sama dengan menitikberatkan pada kekompakan, ketepatan gerakan, konsentrasi, serta kedisiplinan.
Antusiasme terlihat dari keaktifan ABP selama mengikuti latihan. Mereka mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan semangat, sementara kegiatan turut didampingi petugas LPKA Kelas II Banda Aceh bersama Peserta MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Kepala LPKA Kelas II Banda Aceh, Yusnaidi, S.H., M.Si., melalui kegiatan tersebut terus mendorong agar proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada aspek kedisiplinan, tetapi juga memberikan ruang bagi ABP untuk mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kreatif dan positif.
Pembinaan Tari Likok Pulo diharapkan mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Di sisi lain, pengenalan seni tradisional Aceh juga menjadi bagian penting dalam menanamkan apresiasi terhadap kekayaan budaya daerah.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, LPKA Kelas II Banda Aceh berupaya membekali ABP dengan berbagai keterampilan dan pengalaman positif sebagai modal untuk membangun masa depan yang lebih baik serta kembali berperan secara positif di tengah masyarakat.(FAHRUL)
