GORESANMERAH.COM |Makassar, Sulsel – Pembangunan Stadion Sudiang Makassar kini memasuki tahap konstruksi fondasi, setelah sebelumnya melalui proses persiapan dan pematangan lahan yang meliputi pembersihan area, perataan tanah, dan penguatan struktur dasar. (Selasa 7 April 2026)
Stadion yang dirancang berstandar internasional ini diharapkan dapat menjadi fasilitas olahraga berkapasitas 27.000 penonton dan memenuhi standar FIFA, baik dari segi kualitas lapangan, sistem pencahayaan, hingga desain tribun yang representatif.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan percepatan progres pembangunan stadion tersebut. Proyeksi capaian pekerjaan fondasi diperkirakan mencapai sekitar 65 persen pada akhir tahun 2025, dengan anggaran multiyears yang mencakup periode 2025–2027.
Proyek ini tidak hanya penting dari segi pembangunan fisik, namun juga menjadi simbol kemajuan olahraga di Sulawesi Selatan.
Namun, di tengah upaya percepatan pembangunan tersebut, Syafriadi Djaenaf Dg. Mangka, Presiden Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB), menyampaikan peringatan keras mengenai pentingnya pengelolaan proyek yang hati-hati, transparan, dan akuntabel.
Ia menegaskan agar Pemerintah Provinsi Sulsel tidak mengulangi kesalahan yang terjadi pada tahun 2014, yang berujung pada masalah hukum akibat dugaan penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.
“Belajar dari sejarah, kami mengingatkan agar tidak terulang lagi kesalahan administrasi maupun penyimpangan finansial yang berujung pada persoalan hukum. Jangan sampai menjadi ‘keledai’ yang terjebak dalam pola yang sama,” tegas Syafriadi.
Syafriadi menambahkan bahwa proyek strategis nasional seperti Stadion Sudiang bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan juga mencerminkan integritas tata kelola pemerintahan.
Oleh karena itu, dengan besaran anggaran yang signifikan, pengawasan terhadap proyek ini harus dilakukan dengan ketat dan transparan agar masyarakat dapat mengawasi jalannya pembangunan tersebut.
Selain perhatian terhadap anggaran dan pengelolaan proyek, Syafriadi juga menekankan pentingnya menyelesaikan masalah pembebasan lahan dengan adil.
Ia mengingatkan Pemprov Sulsel agar tidak hanya fokus pada standar internasional terkait fisik stadion, tetapi juga memastikan hak-hak masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembangunan terjamin.
“Jangan hanya mengejar standar internasional dari segi fisik, namun melupakan hak dasar warga. Keadilan bagi masyarakat harus menjadi prioritas utama,” ujar Syafriadi.
Pembangunan Stadion Sudiang diharapkan dapat menjadi ikon baru kemajuan olahraga di Sulawesi Selatan. Namun, proyek ini juga menjadi ujian berat bagi Pemerintah Provinsi Sulsel untuk membuktikan komitmennya terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, serta benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat.(/*)red
