Gerak Cepat Polres Aceh Tengah Selamatkan Bayi 4 Bulan di Desa Terisolir Kecamatan Bintang

GORESANMERAH.COM | ACEH TENGAH – Polres Aceh Tengah bergerak cepat menindaklanjuti informasi adanya seorang bayi berusia empat bulan yang sempat mengalami gangguan kesehatan di wilayah terisolir Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (1/1/2026).

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa bayi tersebut diketahui berada di Kampung Atu Payung, Kecamatan Bintang, dan merupakan anak dari pasangan Sahri Nova dan Rahmah, yang sehari-hari diketahui berprofesi sebagai Kepala Dusun Umo, Desa Atu Payung.

Informasi awal diterima setelah beredar foto bayi dengan kondisi tubuh kemerahan, sehingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Menindaklanjuti hal tersebut, Polres Aceh Tengah segera melakukan penelusuran alamat dan kondisi bayi di lapangan.

“Berdasarkan data sementara, bayi tersebut berusia empat bulan dan sempat mengalami sakit cacar air. Orang tua sebelumnya memberikan pengobatan tradisional berupa ramuan dan usapan air sirih,” ujar AKBP M Taufiq dalam keterangannya.

Ia menambahkan, kemerahan pada tubuh bayi bukan disebabkan oleh kekerasan, melainkan reaksi dari penyakit dan pengobatan tradisional yang diberikan.

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kondisi bayi dipastikan aman dan terus membaik.
Tim gabungan dari Dokkes Polres Aceh Tengah, personel Polres Aceh Tengah, serta tim medis Sat Brimob Polda Aceh kemudian diterjunkan langsung ke lokasi untuk memberikan penanganan medis secara profesional.

“Alhamdulillah, saat ini bayi tersebut sudah sehat dan dalam kondisi baik setelah mendapatkan penanganan medis,” ungkap Kapolres Aceh Tengah.

AKBP M Taufiq juga mengungkapkan bahwa Desa Atu Payung dan Desa Serule merupakan desa terisolir di Kecamatan Bintang yang hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua, sehingga membutuhkan perjuangan ekstra bagi personel yang bertugas.

Meski menghadapi medan yang sulit, aparat kepolisian bersama tim medis tetap berkomitmen hadir di tengah masyarakat untuk memastikan keselamatan dan kesehatan warga, terutama kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.

Kapolres Aceh Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan menyampaikan laporan lengkap beserta dokumentasi penanganan medis bayi tersebut pada keesokan harinya, sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada masyarakat.(FAHRUL)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *