GORESANMERAH.COM | LHOKSEUMAWE – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri Tahun 2026, Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh menggelar Festival Geulayang Tunang Piala Danyon B Pelopor, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB tersebut berlangsung meriah di Lapangan Tembak Batalyon B Pelopor. Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Korps Brimob Polri yang mengangkat nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Aceh.
Festival secara resmi dibuka dan dipimpin langsung oleh Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Aceh, Kompol Muzakkir, S.H., didampingi para Pejabat Utama (PJU) Batalyon B Pelopor.

Kemeriahan kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Lhokseumawe, Pasiops Kodim 0103/Aceh Utara, Pasiops Batalyon Kavaleri 11/Macan Setia Cakti, Ketua DPRK Kota Lhokseumawe, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Festival Geulayang Tunang bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian Batalyon B Pelopor terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Aceh. Tradisi menerbangkan layang-layang yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat ini kembali dihadirkan sebagai bagian dari perayaan yang penuh semangat kebersamaan.
Selain menjadi ajang unjuk kreativitas dan keterampilan para peserta, kegiatan ini juga menghadirkan ruang silaturahmi antara personel Brimob, masyarakat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Melalui festival tersebut, Batalyon B Pelopor ingin menunjukkan bahwa kehadiran Brimob tidak hanya dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan.
Momentum HUT ke-81 Korps Brimob Polri Tahun 2026 ini diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus membangun hubungan yang harmonis serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah, Festival Geulayang Tunang Piala Danyon B Pelopor menjadi bukti bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan upaya mempererat persatuan dan kedekatan Polri bersama masyarakat.(FAHRUL)
