GORESANMERAH.COM |ACEH BESAR – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon. Muhammad Zaky, salah seorang pegawai Lapas Lhoksukon, berhasil meraih Juara 3 cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris Putra pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXV Tingkat Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (31/10/2026).
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran Lapas Lhoksukon. Di tengah tanggung jawab menjalankan tugas dan fungsi pemasyarakatan, Muhammad Zaky membuktikan bahwa insan pemasyarakatan juga mampu mengembangkan potensi diri, mengukir prestasi, serta berkontribusi dalam syiar Islam melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Keberhasilan meraih posisi ketiga dalam cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris bukanlah perkara mudah. Kompetisi ini menuntut penguasaan ilmu tafsir yang mendalam, pemahaman kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an, serta kemampuan menyampaikan pesan-pesan ilahiah menggunakan bahasa Inggris secara tepat dan komunikatif.
Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon, Muhidfuddin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi yang berhasil diraih oleh Muhammad Zaky. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar Lapas Lhoksukon.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih Saudara Muhammad Zaky. Ini menjadi bukti bahwa pegawai pemasyarakatan tidak hanya dituntut profesional dalam melaksanakan tugas kedinasan, tetapi juga harus mampu mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta menunjukkan kontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkap Muhidfuddin.
Lebih lanjut, Kalapas berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh jajaran pegawai untuk terus menggali potensi, meningkatkan kualitas diri, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari maupun pelaksanaan tugas.
“Semoga pencapaian ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. Teruslah berkarya, membawa nama baik institusi, dan menjadi teladan positif bagi masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan,” tambahnya.

Prestasi Muhammad Zaky sekaligus menjadi gambaran bahwa semangat berprestasi tidak dibatasi oleh profesi dan lingkungan kerja. Dari balik tugas pengabdian di dunia pemasyarakatan, lahir sosok yang mampu tampil membawa pesan Al-Qur’an hingga ke panggung kompetisi keagamaan.
Lapas Lhoksukon: Bekerja dengan Dedikasi, Mengabdi dengan Integritas, dan Berprestasi dengan Inspirasi.
Keberhasilan ini diharapkan semakin memperkuat semangat religius, budaya kompetitif yang positif, serta komitmen jajaran Lapas Lhoksukon dalam mencetak insan pemasyarakatan yang profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.(FAHRUL)
